Hindari 4 Kesalahan Ini Saat Toilet Training Pada Anak

Orang tua rasanya akan bangga jika anak balitanya sudah bisa buang air besar di toilet. Tidak akan ada lagi popok yang terbuang setiap harinya, serta air pipi yang berceceran di lantai. Namun, agar si kecil bisa mandiri seperti ini, dibutuhkan bantuan orang tua dalam training toilet. Training yang satu ini sangat membantu si kecil untuk mempersiapkan diri buang air besar sendiri di WC.


Namun, Anda sebaiknya tidak terlalu terburu-buru mengajari anak buang air besar sendiri di WC. Ini dikarenakan masih banyak kesalahan yang sering dilakukan orang tua, sehingga toilet training tidak berjalan dengan mulus.

Kesalahan Saat Toilet Training Pada Anak

Lalu, kesalahan apa saja yang sebaiknya dihindari orangtua saat mengajari toilet training pada anak? Simak rangkumannya di bawah ini.

1. Mengajari Anak Terlalu Dini

Jika si kecil belum menunjukan kesiapan untuk training toilet, sebaiknya Anda tidak terlalu memaksakannya. Tidak ada usia khusus kapan anak bisa memulai belajar buang air besar di toilet karena hal tersebut harus disesuaikan dengan perkembangan anak. Ada beberapa anak yang sudah siap buang air besar di toilet d usia 18 sampai 24 bulan. Namun, ada juga yang masih saja ngompol di celana di usia tersebut.

Untuk melatih si kecil toilet training memang dibutuhkan kesabaran yang ekstra karena prosesnya memakan waktu kurang lebih tiga bulan atau lebih. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mendukung proses belajarnya di waktu yang tepat, ketimbang memaksakan anak untuk belajar buang air besar sendiri terlalu dini.

2. Membuat Latihan Menjadi Beban Bagi Anak

Saat anak menunjukan keinginannya untuk buang air besar di toilet, Anda sudah sepatutnya bersyukur. Namun, sebaiknya Anda tidak terlalu memaksakan si kecil untuk selalu melakukan hal tersebut. Selain itu, hindari juga untuk memaksakan si kecil untuk belajar lebih cepat karena hal tersebut bisa membuatnya tertekan dan stres, sehingga dampaknya ia akan kesulitan buang air besar alias sembelit.

Sebaiknya, perhatikan progress anak dari waktu ke waktu, apakah mengalami perkembangan atau tidak, dibandingkan dengan memaksakan anak untuk bisa buang air besar di toilet dalam jangka waktu yang cepat.

3. Mengikuti Aturan Orang Lain

Kesabaran yang ekstra sangat dibutuhkan saat melatih anak buang air besar di toilet. Namun, dengan bantuan orang yang sudah berpengalaman, proses pembelajaran toilet training terkesan akan lebih mudah. Namun, hal tersebut belum tentu berhasil sepenuhnya karena kemampuan setiap anak berbeda-beda.

Jika ingin cari aman, sebaiknya fokus pada metode Anda sendiri karena Andalah yang lebih tahu kemampuan si kecil dibandingkan dengan orang lain. Untuk mendapatkan metode yang baik dan benar, Anda bisa mencari sumbernya dari buku atau internet. 

4. Menghukum Anak

Hukuman bisa jadi sangat mengerikan bagi anak karena bentuknya yang sangat tidak menyenangkan, seperti pukulan, bentakan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sebaiknya hindari hukuman saat anak belum menunjukan progress yang baik dalam menjalani toilet training. Berikan dukungan-dukungan positif berupa pujian atau reward agar anak semakin semangat untuk berlatih.

Itulah empat kesalahan umum yang sebaiknya dihindari saat mengajari anak training toilet. Tingkatkan kesabaran serta kedisiplinan saat Anda memulai untuk melatih anak buang air besar di toilet. Selai itu, jangan lupa sediakan berbagai alat pendukung training toilet yang bisa dengan mudah Anda beli secara online untuk mendapatkan harga yang lebih murah.
Semoga bermanfaat.


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Label